Tanah “Menelan” Jalan di Aceh Tengah, Menteri PU Instruksikan Penanganan Darurat Komprehensif

banner 468x60

ACEH TENGAH – Ancaman lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, kian mencekam. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, turun langsung meninjau lokasi longsoran yang kini mengancam akses vital penghubung Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Jumat (6/2).

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Berdasarkan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, penanganan fenomena geologi ini menjadi prioritas nasional yang harus diselesaikan secara tuntas dan komprehensif.

banner 336x280

Detik-Detik Mencekam di Bibir Jurang

Suasana di lokasi peninjauan sempat menegang. Saat Menteri Dody berdiri hanya terpaut 20 meter dari titik longsor, terdengar tiga kali suara dentuman runtuhan tanah disertai getaran serupa gempa yang terasa hingga ke bawah kaki rombongan.

“Tadi pas kita ke sana terasa gempa. Ini bukti area tersebut tidak 100 persen aman. Di bawah sana masih ada pergerakan air yang masif,” tegas Dody di lokasi kejadian.

Ancaman “Erosi Buluh” yang Kian Meluas

Data teknis menunjukkan situasi yang kian mengkhawatirkan. Bukan sekadar longsor biasa, Badan Geologi mengidentifikasi fenomena ini sebagai Piping Erosion (erosi bawah permukaan).

  • Ekspansi Lahan: Dalam lima tahun, luas longsoran membengkak dari 20.199 $m^2$ (2021) menjadi 30.000 $m^2$ saat ini.
  • Penyebab Utama: Struktur batuan yang rapuh, kemiringan lereng yang ekstrem, serta drainase buruk yang membuat tanah jenuh air.
  • Sejarah Kelam: Sejak muncul sebagai lubang kecil di awal 2000-an, titik ini telah berulang kali memutus jalan dan memaksa relokasi warga satu kampung pada 2013 lalu.

Langkah Taktis Pemerintah

Menteri PU menegaskan bahwa kajian dari tim Badan Geologi, Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang dalam tahap pemutakhiran data. Pemerintah tidak ingin lagi melakukan penanganan setengah hati yang bersifat sementara.

“Penanganan ini harus komprehensif. Kita tidak bicara soal menambal jalan saja, tapi menghentikan pergerakan bawah tanah agar masyarakat aman,” tambah Dody.

Peninjauan ini turut dikawal oleh Pj Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, Pj Bupati Bireuen Mukhlis Takabeya, serta jajaran Forkopimda Aceh guna memastikan sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi bencana geologi yang kian meluas ini.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *