Sijunjung, SUMATERA BARAT – Kabupaten Sijunjung kini semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu lumbung pariwisata berbasis alam dan budaya di Sumatera Barat. Salah satu permata tersembunyi yang mulai mencuri perhatian para pelancong mancanegara maupun domestik adalah Desa Wisata (Nagari) Sumpur Kudus. Terletak di Kecamatan Sumpur Kudus, nagari ini menawarkan perpaduan sempurna antara panorama alam yang memukau, situs sejarah religi, serta tantangan petualangan yang jarang ditemukan di destinasi populer lainnya.

Nagari Sumpur Kudus bukan sekadar desa biasa; ia merupakan desa adat yang kental dengan nilai-nilai luhur Minangkabau. Berada tepat di tengah kawasan dataran tinggi Bukit Barisan, wilayah ini menyuguhkan bentang alam berupa perbukitan hijau yang rimbun dan lembah-lembah curam yang menciptakan pemandangan dramatis di setiap sudutnya.
Pesona Alam dan Trek Menantang bagi Traveler
Bagi para pencinta petualangan, Sumpur Kudus adalah jawaban bagi dahaga akan tantangan. Desa ini dikelilingi oleh perbukitan yang memiliki karakteristik trek menanjak dan terjal, sangat cocok bagi para pendaki atau pelaku trekking yang ingin menguji fisik. Namun, segala peluh selama perjalanan akan terbayar lunas ketika sampai di puncak bukit atau titik pandang tertentu.
Salah satu magnet utama dari desa wisata ini adalah keberadaan air terjun yang masih sangat asri dan belum banyak terjamah oleh industri pariwisata masif. Suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian di tengah hutan tropis memberikan sensasi relaksasi yang luar biasa. Berdasarkan data dari Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), kondisi geografis Sumpur Kudus yang berada di ketinggian sekitar 365 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadikan wilayah ini memiliki udara yang sejuk namun tetap hangat di siang hari.

“Sumpur Kudus memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi wisata unggulan. Suhu udara di sini berkisar antara 22 °C hingga 32 °C, sebuah iklim yang sangat ideal bagi para wisatawan yang ingin mencari ketenangan jauh dari kebisingan kota,” tulis informasi resmi dari pihak pengelola desa wisata tersebut.
Identitas Budaya dan Sejarah Religi
Selain keindahan alamnya yang megah, Sumpur Kudus juga dikenal sebagai salah satu pusat sejarah penting di Sumatera Barat. Desa adat ini memegang peranan krusial dalam sejarah penyebaran agama Islam di Minangkabau. Kekuatan budaya lokal yang masih terjaga melalui rumah-rumah gadang dan tatanan adat yang kuat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang tertarik pada wisata edukasi dan sejarah.
Kombinasi antara wisata alam berupa perbukitan dan air terjun dengan kearifan lokal masyarakat adatnya membuat Sumpur Kudus memiliki nilai jual yang kuat dalam kategori pariwisata berkelanjutan. Wisatawan tidak hanya diajak untuk menikmati pemandangan, tetapi juga menyelami cara hidup masyarakat lokal yang sangat harmonis dengan alam sekitarnya.
Potensi Ekonomi Kreatif dan Harapan Masa Depan
Kementerian Pariwisata menilai bahwa pengembangan Desa Wisata Sumpur Kudus dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Dengan meningkatnya eskalasi kunjungan wisatawan pasca-pandemi dan tren wisata back-to-nature, Sumpur Kudus diharapkan mampu menjadi tulang punggung ekonomi baru di sektor pariwisata Kabupaten Sijunjung.

Meski demikian, aksesibilitas dan infrastruktur pendukung masih menjadi tantangan utama. Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan, terutama dalam perbaikan akses jalan menuju titik-titik wisata serta pelatihan bagi pemandu lokal guna memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu.

Bagi Anda yang merencanakan perjalanan ke Sumatera Barat pada pertengahan 2026 ini, memasukkan Nagari Sumpur Kudus ke dalam daftar kunjungan adalah sebuah keharusan. Di sini, Anda akan menemukan bahwa kecantikan Sumatera Barat sesungguhnya tersimpan rapat di balik rimbunnya hutan Bukit Barisan dan keramahan penduduk Desa Wisata Sumpur Kudus.







