Antam Kembangkan Pertanian Sirkular Garitan Kalongliud, Pulihkan Lahan dan Dongkrak Pendapatan Petani

banner 468x60

Bogor, JAWA BARAT — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor mengembangkan Program Garitan Kalongliud sebagai model pertanian sirkular terpadu guna memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Corporate Secretary Antam, Wisnu Danandi Haryanto, mengatakan program tersebut mencerminkan pendekatan keberlanjutan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial secara bersamaan.

banner 336x280

“Program Garitan Kalongliud menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi dan ketahanan sosial,” ujar Wisnu dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Program ini dijalankan bersama masyarakat pascabencana banjir dan longsor pada 2020 yang merusak jaringan irigasi desa. Akibat bencana tersebut, sekitar 150 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan dan berdampak pada penurunan pendapatan petani.

Melalui pendekatan pertanian sirkular, Antam mencatat sebanyak 35 hektare lahan tidur berhasil dipulihkan menjadi lahan produktif. Model ini mengedepankan pemanfaatan limbah lokal dan efisiensi sumber daya air.

Sebanyak 25 ton limbah kotoran domba dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sehingga mampu menekan penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen. Selain itu, penerapan sistem irigasi tetes meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 60 persen.

Upaya pemulihan lingkungan diperkuat melalui penanaman 3.000 pohon di sempadan Sungai Cinyurug yang berkontribusi pada penurunan emisi sekitar 21,5 ton karbon dioksida ekuivalen per musim tanam.

Dari sisi ekonomi, pendapatan kelompok tani meningkat hingga 65 persen, sementara biaya pupuk turun sekitar 50 persen. Pada periode budidaya cabai 2024–2025, kegiatan usaha tersebut mencatatkan keuntungan sebesar Rp246,26 juta.

Evaluasi berbasis Social Return on Investment (SROI) menunjukkan nilai 4,34. Artinya, setiap Rp1 investasi yang dikeluarkan menghasilkan manfaat sosial lebih dari Rp4.

Saat ini, para petani tergabung dalam empat kelompok tani resmi berdasarkan surat keputusan desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berperan sebagai penghubung pasar guna memperkuat akses distribusi dan meningkatkan posisi tawar petani.

Perseroan menyebut Program Garitan Kalongliud telah menjangkau 869 penerima manfaat langsung dan 9.874 penerima manfaat tidak langsung, termasuk buruh tani, keluarga prasejahtera, serta mantan pelaku pertambangan tanpa izin.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *