Cuaca Ekstrem Terjang Lhokseumawe: 10 Rumah Rusak Dihantam Angin, Sejumlah Desa Terendam Banjir

Peristiwa18 Views
banner 468x100

Lhokseumawe, ACEH – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, pada Kamis (9/4/2026) sore. Akibatnya, sedikitnya 10 unit rumah di Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, dilaporkan mengalami kerusakan serius dan sejumlah titik pemukiman terendam banjir.

Juru Bicara Pemerintah Kota Lhokseumawe, Taruna Putra Satya, mengonfirmasi bahwa dampak kerusakan rumah warga bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga berat pada bagian atap dan konstruksi bangunan lainnya.

banner 336x280

Respons Cepat Evakuasi

Pemerintah Kota Lhokseumawe telah menerjunkan tim ke lokasi terdampak untuk membantu evakuasi dan melakukan pendataan kerugian secara menyeluruh.

“Kami masih terus mendata kerusakan sekaligus membantu evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan. Jika situasi mendesak, tenda darurat segera kami pasang di titik-titik strategis,” ujar Taruna saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis sore.

Banjir Menghantui Empat Desa

Selain kerusakan bangunan akibat angin, hujan intensitas tinggi juga memicu banjir di beberapa wilayah di Kecamatan Muara Dua. Berdasarkan informasi yang dihimpun, desa yang terdampak meliputi:

  • Desa Meunasah Dayah
  • Desa Paloh
  • Desa Blang Payang
  • Desa Blang Pulo

Meski ketinggian air di beberapa titik mencapai 30 sentimeter dan merendam badan jalan serta pemukiman, hingga saat ini belum dilaporkan adanya warga yang mengungsi.

Dampak Longsor Masa Lalu dan Drainase Buruk

Banjir kali ini mengungkap masalah infrastruktur yang belum tuntas. Cut Andyna, salah seorang warga Kompleks Kandeh Residence, Desa Meunasah Dayah, mengungkapkan bahwa banjir diperparah oleh kondisi bukit di kawasan tersebut yang longsor pada bencana November 2025 lalu namun belum diperbaiki.

“Setiap kali hujan, sumber air paling deras mengalir dari bukit itu dan langsung merendam jalan karena drainase yang ada juga tersumbat. Kondisinya semakin lama semakin parah,” keluh Cut Andyna.

Sentimen serupa datang dari warga Desa Blang Payang. Banjir dilaporkan sempat merendam jalan nasional lintas Medan-Banda Aceh, sehingga memaksa para pengendara untuk ekstra hati-hati saat melintas.

Harapan Warga kepada Pemerintah

Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk segera melakukan penataan pada perbukitan yang longsor serta melakukan normalisasi saluran pembuangan (drainase). Penataan infrastruktur secara permanen dianggap menjadi satu-satunya solusi agar bencana serupa tidak menjadi rutinitas tahunan yang merugikan warga.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Lhokseumawe masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan seiring dengan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *