JAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemandiktisaintek) menginstruksikan seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk mengalirkan hasil riset akademis langsung ke tengah masyarakat. Perguruan tinggi diminta berfokus pada pengembangan teknologi tepat guna demi mendukung kemandirian ekonomi dan sosial di tingkat desa.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa karya ilmiah tidak boleh hanya berhenti sebagai dokumen akademis, tetapi harus berdampak langsung pada penyelesaian persoalan nyata.
“Riset itu tidak hanya berhenti sampai di ruang kelas, laboratorium, atau paper di jurnal ilmiah. Tetapi lebih dari itu, apa yang bisa dikembangkan dan diselesaikan di masyarakat sekitar,” ujar Brian dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu.
Untuk merealisasikan target tersebut, Kemandiktisaintek merancang beberapa langkah strategis:
- Optimalisasi Desa Binaan: Mengubah desa binaan menjadi laboratorium lapangan untuk menguji dan menerapkan inovasi kampus.
- KKN Tematik Berbasis Kebutuhan: Mengarahkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dosen dan mahasiswa pada isu vital seperti kemandirian energi, pengolahan sampah, dan ketersediaan air bersih.
- Pemberdayaan dan Sertifikasi Pemuda: Menggelar pelatihan serta sertifikasi teknis bagi pemuda desa agar masyarakat lokal mampu mengoperasikan dan merawat teknologi yang dihibahkan secara berkelanjutan.
Langkah penguatan riset berbasis desa ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan desa sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Pemerintah tengah mengejar target pembentukan 30.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang beroperasi optimal pada akhir 2026 sebagai motor penggerak kesejahteraan warga.






