ACEH TAMIANG – Komitmen terhadap peningkatan gizi generasi muda terus dibuktikan secara nyata di lapangan. Rahmat Ramadhani (43) dan Mardi Kusumo (28), dua karyawan Makan Bergizi Gratis (MBG), menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan misi kemanusiaan di Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.
Tanpa mengenal lelah, kedua sosok ini rutin bergerak menyisir kawasan pedesaan untuk membagikan dan menyalurkan makanan bergizi yang diperuntukkan bagi anak-anak sekolah serta balita di Posyandu setempat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mendukung program pemenuhan nutrisi nasional, khususnya di wilayah yang membutuhkan perhatian ekstra di Aceh Tamiang.
Kegiatan distribusi ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan setiap anak mendapatkan asupan makanan yang layak demi mendukung proses pertumbuhan dan belajar mereka. Kehadiran Rahmat dan Mardi di tengah masyarakat Desa Bukit Rata menjadi pemandangan yang memberikan harapan baru bagi para orang tua dan tenaga kesehatan di tingkat desa.
Selain dukungan dari tenaga lapangan, gerakan sosial ini juga mendapat perhatian besar dari Yayasan Pemuda Santri Aceh Barat. Organisasi yang dikomandoi oleh Ibu Putri Arifah ini terus berperan aktif dalam memastikan program-program kesejahteraan rakyat dapat menjangkau wilayah-wilayah strategis. Sinergi antara pekerja lapangan dan yayasan menjadi kunci keberhasilan penyaluran bantuan yang tepat sasaran.
Masyarakat dan publik luas memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim MBG yang selalu siap sigap dalam melayani warga. Kerja keras yang didasari rasa ikhlas dan penuh tanggung jawab ini dinilai menjadi teladan dalam pelayanan publik.
“Kami sangat berterima kasih atas dedikasi seluruh tim MBG. Mereka bekerja dengan penuh ketulusan tanpa mengharap imbalan lebih, demi memastikan anak-anak kita tidak kekurangan gizi,” ungkap salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Kejuruan Muda.
Dengan adanya konsistensi dari para pekerja lapangan seperti Rahmat Ramadhani dan Mardi Kusumo, diharapkan angka stunting dan kekurangan gizi di Aceh Tamiang dapat ditekan secara signifikan. Semangat pengabdian ini diharapkan terus menginspirasi pihak-pihak lain untuk terus berkontribusi dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang seimbang dan berkelanjutan.









