Jembatan Ciwarunga Putus Total Akibat Cuaca Ekstrem, Akses Pakenjeng Garut Lumpuh

Peristiwa12 Views
banner 468x60

Garut, JAWA BARAT – Akses mobilisasi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, lumpuh total setelah Jembatan Ciwarunga terputus pada Kamis (9/4/2026). Ambruknya struktur jembatan ini disebabkan oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pakenjeng dan sekitarnya sejak pagi hari.

Jembatan sepanjang 14 meter dan lebar 4 meter tersebut merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan Desa Pasirlangu dengan Desa Tanjungjaya. Akibat insiden ini, kendaraan roda dua maupun roda empat kini tidak dapat melintasi area tersebut.

banner 336x280

Dampak Sosial dan Ekonomi

Kapolsek Pakenjeng, Iptu Muslih Hidayat, mengonfirmasi bahwa putusnya jembatan tersebut berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi dan aktivitas sosial warga antardesa. Mengingat jembatan ini adalah jalur utama, masyarakat kini terpaksa mencari jalur alternatif yang jauh lebih jauh.

“Kondisinya sudah tidak bisa dilewati kendaraan. Masyarakat harus memutar arah dengan jarak tempuh tambahan kurang lebih sekitar 20 kilometer,” ujar Iptu Muslih saat dikonfirmasi pada Kamis (9/4).

Penanganan Darurat dan Koordinasi

Pasca-kejadian, jajaran Polsek Pakenjeng bersama Tim SAR, TNI, dan pemerintah setempat langsung melakukan pengecekan di lokasi. Berdasarkan hasil pantauan, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sebagai langkah jangka pendek, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Garut untuk pengadaan jembatan darurat.

“Rencana besok kami akan melaksanakan kerja bakti untuk membangun jembatan sementara dari bambu. Ini diprioritaskan bagi pejalan kaki dan anak-anak sekolah agar aktivitas pendidikan tidak terhenti total,” tambah Muslih.

Imbauan Keamanan bagi Warga

Pihak berwajib mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko dengan memaksakan diri menyeberangi sungai secara langsung. Hal ini dikhawatirkan sangat berbahaya mengingat curah hujan di wilayah Garut Selatan masih tinggi, yang sewaktu-waktu dapat meningkatkan debit air sungai secara mendadak.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan keamanan warga sembari menunggu langkah perbaikan permanen dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *