Kekeringan Meluas di Pati: 15 Desa Krisis Air Bersih, BPBD Terkendala Keterbatasan Armada

banner 468x100

Pati – JAWA TENGAH – Krisis air bersih akibat kekeringan mulai melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sedikitnya 12 hingga 15 desa yang tersebar di tujuh kecamatan kini mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat mengeringnya sumber-sumber air warga.

Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati harus meningkatkan intensitas penyaluran bantuan air bersih secara rutin setiap hari.

banner 300250

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, mengonfirmasi bahwa belasan desa telah resmi mengajukan permohonan bantuan.

“Sudah ada 12 sampai 15 desa yang meminta bantuan air bersih. Wilayahnya tersebar di Kecamatan Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Winong, Gabus, Kayen, dan Sukolilo,” ujar Martinus pada Senin (31/8/2026).

Beberapa wilayah yang menjadi prioritas penanganan awal antara lain Desa Gebang (Gabus), Tanjungsekar (Pucakwangi), Cengkalsewu (Sukolilo), Tondokerto, Tambahmulyo, serta Tegalarjo (Jakenan).

Keterbatasan Armada dan Sinergi Lintassektoral

Guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, BPBD Pati saat ini menyalurkan rata-rata 20.000 liter air bersih per hari. Namun, penanganan di lapangan terkendala keterbatasan fasilitas operasional. BPBD hanya memiliki tiga unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter.

Armada yang terbatas tersebut juga harus membagi fokus operasional untuk mengantisipasi musibah lain.

“Keterbatasan armada menjadi kendala kami karena hanya punya tiga unit. Tiga armada ini digunakan bersamaan, baik untuk dropping bantuan air bersih maupun penanganan darurat pemadaman kebakaran lahan tebu,” jelas Martinus.

Untuk mengatasi hambatan cakupan wilayah, BPBD menjalin sinergi dengan instansi lain. Bantuan armada dan pasokan air bersih tambahan mulai disalurkan secara rutin oleh jajaran TNI, Kepolisian, hingga Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati.

Ancaman Puncak Kemarau September–Oktober

BPBD memprediksi pemukiman terdampak krisis air bersih masih akan bertambah. Pasalnya, puncak musim kemarau di Jawa Tengah diproyeksikan baru terjadi pada September hingga Oktober 2026.

Menghadapi potensi lonjakan permintaan, BPBD Pati tengah mengajukan tambahan armada pendukung untuk memperkuat kapasitas distribusi harian.

“Kemampuan penyaluran kami saat ini di angka 20.000 liter setiap hari dan akan terus ditingkatkan mendekati September dan Oktober. Kami juga mengupayakan bantuan armada tambahan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar air masyarakat tetap terjamin,” pungkasnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *