ACEH TAMIANG – Perangkat Kampung Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, mengikuti pelatihan Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang diselenggarakan oleh BNN. Kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai Rabu, 21 Mei 2026, di Aula BNN Kecamatan Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang.
Pelatihan dimulai pukul 09.00 WIB dengan materi yang disampaikan langsung oleh narasumber BNN, Bapak Ichsan dan Ibu Dian. Program IBM ini dirancang untuk membekali agen pemulihan dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan layanan pencegahan serta rehabilitasi narkoba di tingkat kampung.
Salah satu peserta mewakili perangkat kampung menyampaikan bahwa kegiatan ini dinilai sangat positif bagi masyarakat. Menurutnya, pelatihan BIMTEK yang diikuti selama tiga hari memberikan wawasan praktis yang bisa langsung diterapkan di desa.
“Semoga program IBM dari BNN ini dapat membantu masyarakat mendapatkan pelayanan yang berujung pada dampak positif, khususnya untuk Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga menyatakan kesiapan menjadi agen pemulihan yang aktif turun langsung ke masyarakat. Mereka membuka diri bagi orang tua dan keluarga yang membutuhkan layanan dari program IBM.
“Bagi orang tua yang ingin mendapatkan pelayanan dari program IBM, kami selaku agen pemulihan siap turun langsung ke masyarakat yang membutuhkan. Kami berkomitmen bekerja sama secara baik dan harmonis,” kata perwakilan peserta.
Tujuan utama keikutsertaan ini adalah agar masyarakat dapat memberikan apresiasi besar terhadap program IBM yang sedang dijalankan, demi menyelamatkan generasi mendatang. Harapannya, Desa Bukit Rata dapat menjadi desa percontohan yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
Program IBM merupakan salah satu strategi BNN dalam melibatkan peran aktif masyarakat untuk membangun lingkungan yang bersih dari narkoba. Dengan adanya agen pemulihan di tingkat kampung, diharapkan deteksi dini dan pendampingan bagi warga yang berisiko dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari perangkat desa dan diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya jaringan pemulihan yang kuat di wilayah Aceh Tamiang.
(Red76)










