Deli Serdang, SUMATERA UTARA – Komitmen pemberantasan sindikat peredaran gelap narkotika di jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) kembali dibuktikan lewat aksi nyata di lapangan. Menggandeng unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN), tim gabungan berskala besar sukses mengobrak-abrik pusat transaksi zat terlarang yang tersembunyi di wilayah Kabupaten Deli Serdang.
Operasi penindakan taktis ini dilangsungkan secara mendadak pada Minggu, 25 Oktober 2026 sekitar pukul 16.10 WIB. Langkah represif tersebut membidik titik koordinat spesifik di Dusun VII Tanjung Pamah, Desa Namorambe Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penyerbuan dipicu oleh gelombang keresahan masyarakat lokal yang mencium aroma aktivitas mencurigakan di area perkebunan kelapa sawit tersebut.
Saat merangsek masuk ke dalam jantung perkebunan, petugas menemukan sejumlah infrastruktur liar berupa barak dan gubuk semipermanen dengan desain bangunan memanjang. Berdasarkan hasil investigasi awal, kompleks tersembunyi ini diduga kuat difungsikan secara terorganisasi sebagai tempat transaksi jual beli sekaligus bilik konsumsi narkotika jenis sabu. Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas langsung mengambil tindakan tegas dengan merobohkan seluruh struktur bangunan liar itu kemudian memusnahkannya dengan metode pembakaran di tempat guna mencegah sterilisasi wilayah terulang kembali.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Andy Arisandi, mengonfirmasi keberhasilan operasi penyisiran ini pada Senin (26/10/2026). Sebanyak 12 individu terduga penyalahguna—terdiri atas 11 pria dan satu wanita—berhasil dijaring dari area steril penindakan. Keseluruhan orang yang diamankan langsung digelandang ke Markas Kepolisian guna pemeriksaan mendalam. Hasil tes urine awal mengindikasikan seluruh terduga positif mengonsumsi zat metamfetamin.

Ketajaman operasi ini juga dibuktikan dengan penyitaan sederet barang bukti penting dari TKP. Selain mengamankan 27 set alat isap sabu (bong), 15 buah mancis, empat bal plastik klip kosong, dan 10 unit timbangan elektrik, petugas turut mengamankan tiga unit pesawat komunikasi nirkabel (handy talky). Alat komunikasi tersebut disinyalir kuat digunakan oleh jejaring internal mereka sebagai sistem peringatan dini (early warning system) guna memantau pergerakan orang asing maupun kedatangan aparat penegak hukum di sekitar luar ring perkebunan.


Leave a Reply