ACEH TAMIANG – Pasca-banjir besar yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang, duka mendalam masih menyelimuti Dusun Kamboja, Desa Bukit Rata. Fasilitas pendidikan anak usia dini, TK Kuntum Melati, kini dalam kondisi lumpuh total. Sekolah yang dulunya menjadi pusat keceriaan anak-anak, kini tak ubahnya gudang rongsokan yang terkubur lumpur tebal.
Kondisi Sekolah: Rusak Total
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang memilukan. Sisa-sisa banjir meninggalkan endapan kotoran yang menutupi seluruh area kelas.
- Aset Pendidikan: Seluruh alat peraga edukatif, buku, meja, dan kursi telah hancur dan menjadi sampah.
- Proses Belajar: Aktivitas belajar mengajar terhenti sepenuhnya tanpa ada kepastian kapan akan dimulai kembali.
Desakan Masyarakat terhadap Pemda
Masyarakat Desa Bukit Rata menyatakan kekecewaan mereka terhadap lambatnya respons pemerintah daerah terkait pemulihan fasilitas publik. Warga menuntut agar Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Tamiang dan Dinas Pendidikan segera mengambil langkah konkret:
- Intervensi Alat Berat: Pembersihan lumpur tidak mungkin dilakukan secara swadaya karena ketebalan endapan yang ekstrem.
- Rehabilitasi Fisik: Pengadaan kembali sarana prasarana sekolah agar hak belajar anak-anak tidak terputus.
- Solusi Jangka Panjang: Perbaikan sistem drainase untuk mencegah bencana serupa terulang kembali di musim penghujan.
Pernyataan Warga
“Kami butuh kepastian, bukan sekadar kunjungan seremonial. Pendidikan adalah hak dasar anak-anak kami yang tidak boleh dikorbankan karena lambatnya penanganan pasca-bencana,” tegas salah satu perwakilan warga.
Hingga saat ini, warga masih berupaya membersihkan sisa-sisa kehancuran dengan alat seadanya, sembari menaruh harapan besar agar lonceng TK Kuntum Melati bisa kembali berbunyi dalam waktu dekat.

















