MEDAN – Penguatan peran desa menjadi perhatian dalam pertemuan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dengan jajaran Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Sumut.
Bobby mendorong Abpednas Sumut memastikan program yang dirumuskan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) nantinya benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di desa.
Pesan tersebut disampaikan Bobby saat menerima audiensi pengurus Abpednas Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (21/9/2026).
Bagi pemerintah daerah, keberadaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dinilai penting dalam mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, program organisasi yang menaungi para pengurus BPD diharapkan tidak berhenti pada kegiatan internal, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.
“Pemerintah sangat mendukung asosiasi ini yang memiliki tujuan untuk kemanusiaan. Kami rasa kegiatan ini sangat bagus untuk kemajuan organisasi sekaligus berdampak langsung ke masyarakat. Mudah-mudahan segala program yang dirancang nantinya dapat menyentuh langsung masyarakat desa,” ujar Bobby.
Rakerwil Jadi Momentum Perkuat Desa
Abpednas Sumut berencana menggelar Rakerwil pada November 2026. Forum tersebut akan menjadi ruang bagi para kader untuk membahas program kerja sekaligus merumuskan langkah organisasi ke depan.
Ketua DPD Abpednas Sumut Abdul Khair mengatakan pihaknya ingin program yang disusun dapat dikolaborasikan dengan pemerintah.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat desa cukup beragam sehingga diperlukan sinergi antara BPD, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan berbagai pihak lainnya.
“Kami meminta segala program untuk dapat dikolaborasikan bersama dengan pemerintah, karena masyarakat di daerah sangat membutuhkan bantuan dan perhatian dari seluruh jajaran pemerintah,” kata Abdul Khair.
Abdul Khair didampingi Bendahara Abpednas Sumut Agus Salim Arja dan jajaran pengurus lainnya saat bertemu Bobby.
Dari Desa, Program Harus Kembali ke Warga
Abpednas Sumut juga menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam berbagai program pembangunan di tingkat desa.
Bagi Abpednas, penguatan BPD tidak hanya berkaitan dengan kelembagaan, tetapi juga bagaimana aspirasi masyarakat dapat disampaikan dan dikawal dalam proses pembangunan desa.
Karena itu, Rakerwil November mendatang diharapkan menghasilkan program yang memiliki manfaat nyata bagi warga, terutama dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Abdul Khair sekaligus memohon kesediaan Bobby Nasution hadir dan membuka Rakerwil tersebut.
Dengan dukungan pemerintah provinsi dan keterlibatan para pengurus BPD, Abpednas Sumut berharap pembangunan desa ke depan semakin menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai pijakan utama.











