Tamiang. ACEH – Pasca bencana banjir yang melanda kawasan Desa Bukit Tempurung, dedikasi jajaran perangkat desa setempat menjadi sorotan positif publik. Di bawah komando Datok Penghulu Muhammad Yunus, para perangkat desa dilaporkan bekerja ekstra keras, melayani kebutuhan masyarakat terdampak tanpa mengenal waktu.
Totalitas Pelayanan di Tengah Masa Sulit
Berdasarkan pantauan di lapangan, tidak hanya Datok Penghulu, Sekretaris Desa (Sekdes) Fazli beserta seluruh staf desa tampak bersiaga siang dan malam. Mereka bergerak cepat merespons keluhan warga, mulai dari pendistribusian bantuan hingga penanganan darurat lainnya dengan penuh ketulusan.
Romy Renaldi, seorang relawan pemuda Desa Bukit Tempurung, memberikan kesaksian atas kerja keras perangkat desanya. Ia menyebutkan bahwa koordinasi di tingkat desa berjalan sangat dinamis demi memastikan tidak ada warga yang terabaikan pasca bencana.
Fokus Utama: Percepatan Validasi Data Korban
Salah satu tantangan krusial pasca banjir adalah pendataan yang akurat agar bantuan dari pemerintah maupun donatur tepat sasaran. Terkait hal ini, Sekdes Bukit Tempurung, Fazli, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proses verifikasi data dalam waktu singkat.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar seluruh korban banjir dari Desa Bukit Tempurung terkoneksi dan terdata secara menyeluruh. Ini adalah tanggung jawab kami untuk memastikan hak-hak warga terdampak terpenuhi,” ujar Fazli.
Apresiasi dari Relawan Muda
Apresiasi mengalir dari kalangan pemuda desa yang turut terjun sebagai relawan. Mereka menilai sinergi antara pimpinan desa dan staf menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas kondisi sosial masyarakat yang sempat terguncang akibat luapan air.
Kerja ikhlas para perangkat desa ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam penanganan pasca bencana, di mana kehadiran pemerintah desa yang responsif sangat dibutuhkan untuk memulihkan kondisi psikologis dan ekonomi warga.












